web hosting murah

Wisata Rohani

Masjid Kubah Emas Cinere Depok

images (4)Kota Depok bukan hanya dikenal sebagai Kota sejuta belimbing saja, melainkan terdapat pula aneka tempat wisata yang menakjubkan. Sebut saja Telaga Arwana, kawasan Agro Wisata Godong Ijo dan juga Masjid Kubah Mas Dian Al Mahri. Masjid tersebut menjadi magnet tersendiri dan ikon baru bagi umat muslim.

 Siapa yang tak takjub melihat keindahan masjid yang kubahnya terbuat dari emas. Tak heran jika masjid tersebut lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas Depok. Konon, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid termegah di kawasan Asia Tenggara dan salah satu dari 7 masjid berkubah emas di dunia.. Masjid yang terletak di kawasan Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok tersebut mampu menampung 20 ribu jamaah. Bangunan yang berdiri di atas 70 hektar itu memiliki luas 8000 meter persegi. Terdiri dari bangunan utama, mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu dan ruang wudhu.

 images (3)Arsitektur bangunan masjid tersebut tak kalah indah dan megahnya dengan yang ada di Arab Saudi. Kemegahan bangunan tersebut membuat rasa penasaran pengunjung luar Depok untuk datang secara langsung melihat keunikan masjid ini.

 Mereka datang dari berbagai daerah, baik yang ada di sekitar Bogor, Bandung, maupun kota dan daerah lain di luar Jawa Barat dan Pulau Jawa. Seolah tak kenal waktu, siang dan malam pengunjung terus berdatangan silih berganti, seperti ada magnet spiritual yang begitu kuat menarik mereka. Salah satunya Rusdi. Ia datang jauh-jauh dari Lampung hanya untuk mengagumi kemegahan Masjid Kubah Mas. “Saya jauh-jauh datang dari Lampung ke sini karena penasaran saja ingin melihat masjid yang katanya terbuat dari emas. Tadinya saya kurang yakin apa benar ada masjid dibuat dari emas. Tapi, setelah melihat sendiri, saya percaya,” kata pria paruh baya itu tersebut.

Masjid ini telah resmi dibuka untuk umum bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, 31 Desember 2006. “Pembangunannya memang sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum 31 Desember 2006 oleh pemiliknya yakni Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, wanita pengusaha asal Banten. Masjid ini dibangun dengan terlebih dahulu membeli tanah pada tahun 1996. Saat itu tak kurang dari lima ribu jemaah mengikuti prosesi peresmian masjid  ini,” kata Yudi Camaro, pengelola Masjid Dian Al Mahri.

Selain masjid, lahan di sekeliling masjid juga dijadikan islamic centre. “Ada lembaga dakwah dan rumah tinggal sebagai tempat aktivitas keagamaan di kompleks masjid ini, “tambahnya.

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Halaman dalam berukuran 45 kali 57 meter mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.

Kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

 Sedangkan teknologi pemasangan emas pada kubah masjid dilakukan melalui tiga cara. Pertama, dengan serbuk emas (prada). Teknik prada digunakan pada pemasangan emas di bagian mahkota pilar (tiang kapital) yang ada di dalam bagian interior masjid.

Kedua, teknik gold plating, yakni teknik pemasangan dengan pelapisan emas berbahan dasar kuningan dan tembaga.

Digunakan pada pemasangan lampu gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin, ornamen kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar mihrab.

images (5)Ketiga, teknik gold mozaic solid, yakni teknik pemasangan emas dengan ketebalan tertentu, biasanya dengan ketebalan lapisan emas sekitar 2 mm. Teknik ini digunakan pada pemasangan emas di kubah utama dan kubah menara. “Teknik pemasangan emas dan lampu gantung seluruhnya dikerjakan oleh ahli dari Italia,” ungkap Yudi.

Masjid ini memiliki peraturan yang cukup ketat, misalnya saja anak-anak yang berumur di bawah 10 tahun dilarang masuk ke dalam masjid. Anak-anak tersebut hanya boleh masuk aula saja. Untuk masalah kebersihan dan kesucian

masjid, disiapkan petugas keamanan yang menjaga di sekeliling mesjid. Petugas seringkali dengan ramah mengingatkan pengunjung, misalnya untuk tidak membuang sampah sembarangan atau menginjak rumput.

Di masjid ini pun digelar pengajian atau acara ceramah rutin bersama beberapa ustadz yang memang menguasai bidang kajiannya masing-masing. Sehingga masjid ini tak hanya megah secara fisik tapi juga ramai dengan kegiatan-kegiatan keagamaan setiap harinya.

Bagi anda bersama rombongan yang ingin berwisata rohani, tidak perlu khawatir. Dengan lahan parkir seluas 7000 meter persegi, 300 bis atau 1.400 kendaraan kecil, semua pengunjung dapat dengan nyaman menempatkan kendaraannya di halaman Masjid.

Mungkin selama ini wisata rohani masih identik dengan ibadah umrah yang hanya bisa dilakukan bagi mereka yang mampu ke Tanah Suci. Tapi, bagaimana dengan mereka yang hanya kecukupan. Dengan hadirnya Masjid ini, diharapkan dapat dapat mengobati bagi mereka yang ingin berwisata rohani dan juga diharapkan dapat menarik minat para wisatawan asing maupun lokal yang ingin berwisata rohani di Indonesia. *Sumber Warta Depok 2011

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.